Senin, 19 November 2012

Negeri SAKURA



Seharusnya bika kau temui bersahajanya Fujiyama
Kau tunfukan muka pada Sang Ufuk
Agar benang halus terus saja memberi
Gambaran akan guratan saat Kobe dan Kanton-pun memberi kabar, saat pula
Bumi memberikan sebelah wajahnya yang berdebu

Lalu lalang ketiak bumi kembali menjengukmu
Sehingga kelopakmu telah rontok dibawa angin kembara
Persisnya di Bulan Maret, saat semua jendela rumah terbuka
Sakuraku telah melipatkan bunga yang berharum kembang setaman

Bukankah semua kemurahan yang ada di beranda langit
Telah dicurahkan, saat Sang Ufuk berniat melepas lelah
Di lembah, bukit, hutan tempat Iwojima dan Saidan
Berbenah laksana perawan, bersuka ria
Di sore hari ketika telah halus sutera sang mentari

Jangan kau jinjing lagi kepulan mesiu
Pada tahun 45, kala semua mata terbelalak
Kala Hiroshima dan Nagasaki mengumpat kata
Dan menyambung tangga hendak meraih jendala langit
Damailah sakura bungaku

Semarang 23 Maret 2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar